Cekfaktainfo LEBAK – Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Erwin Salpa Riansi, menyoroti terkait penggunaan anggaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak tahun 2026.
Erwin menilai penggunaan anggaran yang dilakukan Pemkab Lebak saat ini terkesan tidak direncanakan tanpa melalui kajian.
Terlebih, penganggaran Pemkab Lebak dinilai tidak melihat skala prioritas yang dibutuhkan masyarakat Kabupaten Lebak sekarang ini.
“Saya liat beberapa pembangunan yang dikerjakan Pemkab Lebak seperti tidak direncanakan, kaya asal-asalan,” ujarnya dalam sambungan telepon, Minggu (25/01/2026).
“Contohnya Alun-alun Rangkasbitung, itu kan anggaran yang cukup lumayan besar Rp4,9 miliar, terus katanya ditambah lagi Rp1 miliar. Belum lagi kan Pemkab tahun ini mau ada revitalisasi Masjid Agung Al-Araaf Rp5 miliar,” jelasnya.
Menurutnya, Pemkab Lebak harus membangun sesuai apa yang menjadi kebutuhan masyarakat salah satunya adalah jalan.
“Prioritas harusnya jalan. Emang jalan udah bagus? kalau jalan sudah bagus, baru fasilitas lain,” ujarnya.
“Dan kalau diperhatikan di medsos, banyak kan yang suka posting jalan rusak. Terbaru kemarin ada warga melahirkan di tengah jalan akibat jalan rusak,” sambungnya.
Selain itu, Akademisi Untirta itu juga meminta kepada DPRD Lebak untuk lebih aktif menjalankan tugas dan fungsinya terutama soal pengawasan anggaran.
“Jadi harus berperan aktif. Untuk apa saja anggaran itu digunakan, prioritas tidak. Kalau umpamanya tidak prioritas yang dibutuhkan masyarakat jangan dipaksakan,” katanya.
“Sekali lagi, tugas DPRD Lebak harus lebih dioptimalkan lagi,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak tahun 2026 mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk membangun jalan poros desa.
Demikian disampaikan langsung Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, saat menanggapi seorang ibu yang melahir di dalam mobil saat hendak dilarikan ke Puskesmas akibat jalan rusak.
Orang nomor dua di Lebak itu mengatakan, jalan rusak di Kabupaten Lebak bukan isu yang baru melainkan sudah sangat sering.
“(Murdiyana Addy/Suheri)








