CekFakta.info // Sambas, Kalbar — Peristiwa longsor yang terjadi di kawasan Gunung Senujuh, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, menjadi perhatian masyarakat setempat. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, khususnya bagi warga yang bermukim di sekitar dan berada di bawah kaki Gunung Senujuh.
Hingga saat ini, kronologi maupun penyebab pasti terjadinya longsor belum diketahui secara jelas.
Masyarakat pun meminta pihak berwenang segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi kawasan dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
Selain faktor alam, warga juga meminta agar kemungkinan adanya aktivitas penebangan pohon atau dugaan penebangan liar di kawasan tersebut turut ditelusuri.
Permintaan tersebut disampaikan bukan untuk menuduh pihak tertentu, melainkan untuk memastikan apakah terdapat aktivitas manusia yang berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan dan struktur tanah di kawasan Gunung Senujuh.
Menurut masyarakat, penyebab longsor perlu diketahui secara jelas agar tidak menimbulkan spekulasi.
Apabila memang murni disebabkan faktor alam, warga berharap ada penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan.
Namun apabila ditemukan adanya aktivitas yang menyebabkan atau memperparah kerusakan kawasan, masyarakat meminta agar hal tersebut juga ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Kondisi vegetasi dan keberadaan pepohonan di kawasan rawan longsor menjadi salah satu hal yang dinilai perlu diperiksa oleh instansi terkait.
Pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui kondisi tutupan lahan, stabilitas tanah, serta apakah terdapat aktivitas pembukaan atau penebangan yang dapat memengaruhi kawasan sekitar.
“Tidak mungkin masyarakat langsung menyimpulkan penyebabnya. Kami berharap pemerintah dan pihak yang berwenang datang melihat langsung ke lokasi. Kalau memang karena faktor alam, sampaikan kepada masyarakat. Tetapi kalau ada aktivitas penebangan atau kerusakan hutan, itu juga harus diperiksa,” harap masyarakat.
Warga yang tinggal di bawah kaki Gunung Senujuh juga mengaku membutuhkan kepastian mengenai kondisi kawasan tersebut.
Kekhawatiran utama masyarakat adalah kemungkinan terjadinya longsor susulan yang dapat berdampak terhadap keselamatan warga maupun lingkungan di sekitar gunung.
Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sambas bersama instansi teknis, termasuk pihak yang memiliki kewenangan dalam bidang lingkungan, kehutanan, kebencanaan, dan penegakan hukum apabila diperlukan, dapat melakukan peninjauan langsung serta kajian terhadap kondisi Gunung Senujuh.
Pemeriksaan diharapkan tidak hanya melihat titik longsor, tetapi juga kondisi kawasan di sekitarnya, termasuk tutupan vegetasi, kondisi lereng, aliran air, struktur tanah, serta kemungkinan adanya aktivitas manusia yang dapat berpengaruh terhadap stabilitas kawasan.
Masyarakat juga meminta agar hasil pemeriksaan nantinya disampaikan secara terbuka sehingga warga memperoleh informasi yang jelas mengenai penyebab longsor dan tingkat risiko yang mungkin dihadapi.
Hingga dilakukan pemeriksaan resmi di lapangan, dugaan penebangan liar maupun faktor lain sebagai penyebab longsor belum dapat dinyatakan sebagai fakta.
Karena itu, diperlukan pemeriksaan dan bukti lapangan untuk memastikan apakah longsor tersebut semata-mata akibat faktor alam atau terdapat faktor aktivitas manusia yang turut berkontribusi.
Bagi masyarakat yang berada di bawah kaki Gunung Senujuh, kepastian informasi menjadi hal penting.
Mereka berharap langkah cepat pemerintah dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak menimbulkan dampak yang lebih besar di kemudian hari.
(Tim Investigasi)








