MANDAILING NATAL – Cek Fakta.Info // : Dugaan praktik penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) secara tidak sesuai ketentuan kembali mencuat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sebuah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan aktivitas pengisian BBM menggunakan kendaraan roda empat jenis Chevrolet yang diduga telah dilengkapi tangki rakitan atau modifikasi berkapasitas besar.
Aktivitas tersebut disebut terjadi di SPBU 14.229.323 Simangambat, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal.
Berdasarkan pemantauan di lapangan pada Senin, 5 Oktober 2026 sekitar pukul 10.21 WIB, ditemukan kendaraan yang diduga menggunakan tangki modifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah jauh lebih besar dibanding kapasitas tangki standar kendaraan sejenis.
Dalam rekaman dan hasil pemantauan tersebut, kendaraan dilaporkan melakukan pengisian BBM dengan nilai sekitar Rp800 ribu atau setara kurang lebih 117 liter. Sementara kapasitas tangki standar Chevrolet yang disebut dalam laporan berada di kisaran 50 liter.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan serta penerapan ketentuan penyaluran BBM di SPBU tersebut, terlebih aktivitas pengisian disebut berlangsung pada siang hari ketika antrean kendaraan masyarakat masih terjadi.
MCW Soroti Dugaan Pembiaran
Ketua Madina Corruption Watch (MCW), Jupriadi Batubara, dalam keterangannya di Panyabungan, Senin (5/10), menilai aktivitas tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.
Menurut Jupriadi, apabila kendaraan tersebut benar menggunakan tangki modifikasi untuk mengambil BBM dalam jumlah besar, praktik tersebut patut diperiksa karena berpotensi bertentangan dengan ketentuan penyaluran BBM dan tata kelola distribusi BBM bersubsidi.
«“Di tengah sulitnya masyarakat memperoleh BBM jenis Solar subsidi, aktivitas seperti ini harus diperiksa. Apalagi kejadiannya berlangsung di siang hari dan di tengah antrean panjang pengendara,” tegas Jupriadi.»
Ia juga mempertanyakan bagaimana kendaraan tersebut dapat melakukan pengisian dalam volume besar serta mekanisme verifikasi transaksi yang diterapkan oleh operator SPBU.
«“Yang menjadi pertanyaan, bagaimana kendaraan tersebut bisa leluasa melakukan pengisian dalam jumlah besar dan apakah seluruh prosedur serta verifikasi transaksi telah dijalankan sesuai ketentuan?” ujarnya.»
Forum MP4 Siapkan Laporan
Terpisah, Ketua Forum MP4 (Mahasiswa dan Pemuda Pemantau Pemerintahan dan Parlemen), Arif Azka, menyatakan pihaknya akan membawa temuan tersebut ke jalur resmi.
Menurutnya, dugaan pengisian BBM menggunakan kendaraan bertangki modifikasi perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan oleh pihak yang memiliki kewenangan, termasuk PT Pertamina Patra Niaga dan aparat penegak hukum.
«“Ini persoalan serius dalam tata kelola penyaluran BBM. Jika terbukti terjadi pelanggaran, pihak-pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban,” tegas Arif.»
Ia mengatakan laporan resmi akan disampaikan agar mekanisme pengisian, volume BBM, identitas kendaraan, serta kemungkinan pelanggaran prosedur dapat diperiksa secara menyeluruh.
Pihak SPBU Belum Memberikan Penjelasan
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU Simangambat Siabu belum memberikan keterangan resmi terkait video dan dugaan pengisian BBM menggunakan tangki modifikasi tersebut.
Pesan konfirmasi yang dikirimkan kepada Manager SPBU Ihsan melalui saluran komunikasi resmi disebut telah berstatus terbaca, namun belum mendapatkan tanggapan.
Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak SPBU, pengelola maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai aktivitas yang terekam dalam video tersebut.
(Magrifatulloh)
Tim Red//: –
Editor : WR 69








