Cek Fakta.Info // : SEKADAU, — Tongkat komando kepengurusan Daerah Kabupaten Sekadau Laskar Al Fakar Khatulistiwa Indonesia masa bakti 2026–2031 resmi berganti. Berdasarkan hasil musyawarah mufakat, Sunardi, S.IP., M.Si. dipercaya untuk memegang tongkat komando sebagai Ketua Pengurus Daerah Kabupaten Sekadau.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan tersebut dilakukan langsung oleh Guru Besar Laskar Al Fakar Khatulistiwa Indonesia, H. Edy Thamrin Achmad, dan diterima oleh Sunardi selaku Ketua Pengurus Daerah Kabupaten Sekadau.
Dalam prosesi tersebut, Sunardi didampingi Panglima Daerah Laskar Al Fakar Khatulistiwa Indonesia, Gusti Muhammad Yani, S.M.
Pergantian kepemimpinan ini dilakukan menyusul wafatnya ketua terpilih sebelumnya. Karena posisi ketua mengalami kekosongan, pengurus kemudian mengambil keputusan melalui musyawarah mufakat untuk menetapkan Sunardi sebagai penerima tongkat komando dan melanjutkan kepemimpinan organisasi di Kabupaten Sekadau untuk masa bakti 2026–2031.
Penyerahan SK tersebut sekaligus menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur kepengurusan Laskar Al Fakar Khatulistiwa Indonesia di Kabupaten Sekadau.
Selain agenda penyerahan SK, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengisian anggota baru Laskar Al Fakar Khatulistiwa Indonesia di Kabupaten Sekadau. Sebanyak 80 orang anggota baru mengikuti proses pengisian pada gelombang kedua.
Kegiatan pengisian anggota tersebut merupakan tahap lanjutan setelah sebelumnya dilaksanakan gelombang pertama. Dengan bertambahnya anggota baru, organisasi diharapkan semakin memiliki kekuatan dalam menjalankan program dan kegiatan di wilayah Kabupaten Sekadau.
Prosesi berlangsung secara internal dan dihadiri oleh jajaran pengurus pusat serta pengurus daerah. Kehadiran para pengurus tersebut menjadi bagian dari proses penguatan organisasi sekaligus memastikan keberlangsungan kepengurusan daerah setelah adanya pergantian tongkat komando.
Dengan ditetapkannya Sunardi sebagai Ketua Pengurus Daerah Kabupaten Sekadau masa bakti 2026–2031, roda organisasi diharapkan dapat kembali berjalan secara efektif serta mampu memperkuat koordinasi antara pengurus daerah dengan pengurus pusat Laskar Al Fakar Khatulistiwa Indonesia.
Pergantian tongkat komando tersebut juga menjadi momentum untuk meneruskan amanah organisasi sekaligus menjaga keberlanjutan kepengurusan di Kabupaten Sekadau.








